//
you're reading...
Serba-serbi

Mengapa Menulis?


imagesAwalnya saya juga malas untuk menulis. Saya bahkan tidak punya bakat ataupun minat untuk menulis. Pernah suatu ketika saya membaca kembali tulisan yang dulu pernah saya buat. Semua kata-katanya berantakan. Diksi tidak tepat. Tidak runtut. Sulit dicerna. Atau dengan kata yang singkat: Ancur!

Tapi untungnya, saya masih dilengkapi dengan jiwa yang menuntut untuk selalu ingin bisa. Bukankah tugas akhir yang nanti bakalan saya lalui juga berupa kegiatan tulis-menulis? Akhirnya bermodalkan niat itu, saya memulai karir dalam dunia tulis menulis melalui blog ini.

Nah, temen-temen juga gitu. Kalau temen-temen punya niat untuk menulis, jangan takut dan jangan ragu. Lagian, tidak ada yang salah dengan menulis, kenapa harus takut, ya nggak? Urusan bakat atau wawasan tentang apa yang akan ditulis, itu nomer dua! Yang pertama kudu niat (kayak sholat ae. Hehe). Temen-temen tahu tidak, bahwa menulis itu banyak sekali manfaatnya. Berikut saya kasih beberapa alasannya ya:

  1. Melatih otak untuk berpikir teratur. Gak percaya? Coba deh resapin. Ketika kita berbicara tanpa berpikir, maka apa yang kita sampaikan bisa saja tidak dimengerti lawan bicara. Menulis juga seperti berbicara. Menulis banyak menuntut kita untuk membuat kalimat lanjutan yang runtut, jadi pembaca bisa mencerna maksud yang ingin disampaikan dengan mudah. Nyambung bukan?
  2. Menyalurkan bakat dan minat. Maksudnya, kita bisa menyalurkan bakat kita melalui tulis menulis. Misal kita punya bakat dalam dunia seni, contohnya bermain gitar. Kita bisa membuat artikel berisi bagaimana memainkan nada gitar dengan benar. Jadi, temen-temen anda bisa tahu kalo anda sebenernya juga jago bermaen gitar.
  3. ‘promosi ‘ diri. Saya pernah mendengar bahwa ada juga orang yang dikenal berawal dari karya tulisnya. Eh, jangan salah mikir dulu, maksud saya bukan pengarang-pengarang novel itu. Misalnya begini. Ali adalah seorang yang jago IT. Mulai dari Web design, programming dengan bahasa aneh-aneh sampe database pun dia bisa. Hanya saja dia ‘tidak terlihat’ dalam kemampuannya itu. Cuma ada segelintir temen dekatnya saja yang tahu.  Di lain tempat, Budi adalah seorang yang juga lumayan jago IT. Bedanya, dia selalu merekap dan sharing portofolio yang pernah dia buat dalam bentuk tulisan tutorial atau semacamnya di sebuah blog.  Dari sini, kita gak perlu jauh-jauh berpikir, tentu perusahaan akan lebih memilih Budi, karena ketika perusahaan itu mengetikkan nama Budi di search engine google, maka portofolio Budi akan tampil semua. Cukup masuk akal?
  4. Anda bukan orang paling bodoh di dunia. Jika anda ngerasa takut nulis tutorial hanya karena takut kalo terlalu sepele, lupakan. Misalnya pengen nulis bagaimana cara membuat email yang benar. Tapi tiba-tiba anda takut kalo bikin email itu adalah hal sepele dan takut artikelmu bakal gak ada yang baca. Sadarlah bahwa di suatu tempat nun jauh di sana (lebay, hehe) ada orang yang amat sangat memerlukan artikel anda, bahkan mungkin dia tidak tahu bagaimana caranya bikin email. Jadi, jangan pernah berkecil hati dan merasa rendah diri. Anda bukan orang terbodoh di muka bumi ini, masih ada orang laen yang perlu kemampuan anda. (maaf kalo terlalu kasar, tapi itu kata yang paling tepat. Sekali lagi maaf).
  5. Banyak lagi, ada: bisa membantu teman, pelipur lara (gaya, hehe), mengisi waktu luang, dll

Jadi, dengan banyaknya manfaat itu, mestinya kita ganti judul saja: Mengapa TIDAK menulis?

– sauki @21:02/21 Agt 2009 –

Discussion

No comments yet.

Leave a Comment!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: